Dilly Ding Dilly Dong! And He's Gone ...

Dilly Ding Dilly Dong! And He's Gone ...

BD - Kabar mengejutkan menghentak dunia sepak bola. Pelatih yang baru sembilan bulan atau tepatnya 298 hari lalu membawa Leciester City juara Premier League (EPL) untuk pertama kali dipecat per Kamis (23/2).

Ranieri dianggag gagal mengusung target yang ditetapkan musim ini yakni 'Bertahan di EPL'. Leicester terancam terdegradasi meski berstatus sebagai juara bertahan. 

Memasuki pekan ke-25, The Foxes terseok di posisi 17 papan klasemen mengepul hanya 21 poin. Persis di atas gerbong terakhir penghuni degradasi yang dihuni Hull City dengan gap hanya sebiji poin.

Padahal persis setahun yang lalu Leicester berada di puncak klasemen dan berujung pada juara.

Lini depan menjadi yang paling banyak mendapat sorotan. Sejauh ini Jamie Vardy dkk baru 24 kali menjebol gawang lawan. Artinya secara rata rata mereka mencetak gol kurang dari satu per pertandingan. 

Bandingkan musim lalu di periode yang sama, mereka mampu menjaringkan 47 gol atau hampir dua kali lipat dari apa yang mereka lakukan saat ini. 

Perjalanan Leicester di panggung Champions League (UCL) juga masih simpang-siur, karena di pertemuan pertama babak 16 Besar, mereka takluk 2-1 atas Sevilla FC.

Di atas semua itu, Don Ranieri dianggap gagal memanfaatkan limpahan fulus yang disediakan manajemen dengan sebaik-baiknya.

Pemain anyar yang masuk ke King Power Stadium pada bursa transfer musim panas kemarin lebih banyak membuat alis orang naik. Perpaduan antara Ahmed Musa dan Islam Slimani misalnya hanya menghasilkan tujuh gol di EPL.

Anehnya, pemain super penting bertenaga bison seperti N'Golo Kante malah dilepas ke rival Chelsea. Lihat di mana Chelsea berada sekarang? Padahal musim lalu pemain ini-lah yang paling rajin berpetualangan ke setiap jengkal lapangan untuk menjaga keseimbangan permainan.

Menurut banyak pakar ini-lah salah satu akar persoalan seretnya lini depan Leicester dalam urusan menjebol gawang lawan. 

Hengkangnya Kante membuat pemain semacam Riyad Mahrez, Danny Drinkwater menjadi kurang leluasa ketika membangun serangan. Konsentrasi mereka banyak termakan untuk bertahan. Akibatnya aliran bola ke Vardy-pun ikutan tersumbat. 

Belum lagi isu retaknya ruang ganti pemain. Ranieri dikabarkan sudah 'tidak teguran' dengan asistennya Craig Shakespeare. Hal ini terungkap ketika sang owner memanggil pemain usai kekalahan dari Sevilla, dua hari lalu.

Dalam statement resminya, pihak Leicester menggambarkan pemecatan ini sebagai "pahit namun diperlukan".

Arrivederci, Claudio!

 

PENULIS: @harispardede

 

Pics courtesy of BBC

Berita Terkait